PROFIL GMIT
Gereja Masehi Injili di
Timor (GMIT) adalah salah satu Gereja Bagian Mandiri
dari Gereja Protestan di Indonesia (GBM
GPI). Gereja ini terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gereja ini berdiri pada 31 Oktober 1947. Pada
tahun 1948,
gereja ini bergabung dengan World Communion of Churches (WCC). Selain
itu Gereja ini juga ikut mendirikan dan tergabung dalam Gereja Protestan Indonesia (GPI), Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI),
yang sekarang disebut Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
pada tahun 1950.
GMIT adalah
salah satu dari 3 Gereja Bagian Mandiri (GBM) pertama dari Indische Kerk
yang disetujui pada 1933 untuk mandiri mewakili wilayah Minahasa (keresidenan
Minahasa), Maluku (Keresidenan Maluku), dan Timor (Keresidenan Timor & pulau-pulau
sekitarnya). Namun peresmian GMIT terjadi yang paling akhir pada tahun 1947. Dua
gereja saudara yang telah mandiri lebih dahulu adalah adalah GMIM (1934) dan
GPM (1935). GMIT yang mestinya menyusul pada 1937 tertunda akibat pergolakan politik
daerah dan nasional, diikuti pecahnya perang dunia ke 2 (1939 - 1945), lalu
masuknya Jepang ke Nusa Tenggara 1942, dan pergerakan kemerdekaan. Pada Maret
1947 walaupun belum resmi menjadi GBM, GMIT termasuk dalam "Majelis Usaha
bersama gereja-gereja di Indonesia bagian Timur" yang merumuskan DGI
(Dewan Gereja-gereja Indonesia) di Makassar. Kemandirian
GMIT dipercepat segera dalam tiga bulan setelah rapat 1947 di Makassar dan
akhirnya pada Oktober 1947, GMIT diresmikan.
Jumlah anggota
jemaat GMIT sekarang ini kurang lebih 1,4 juta jiwa. GMIT memiliki lebih dari
2200 gereja lokal (jemaat) dan lebih dari 1600 pendeta. 68% pendeta GMIT adalah
perempuan. Saat ini wilayah pelayanan GMIT meliputi seluruh wilayah NTT,
kecuali Pulau Sumba. Selain itu ada satu klasis di Pulau Sumbawa, NTB. Ada juga
jemaat GMIT di Batam dan Surabaya.
Di lingkup
Sinodal pada periode 2024-2027, GMIT dipimpin oleh:
Ketua: Pdt. Semuel
B. Pandie, S.Th
Wakil Ketua:
Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th
Sekretaris: Pdt.
Lay Abdi K. Wenyi, M.Si
Wakil
Sekretaris: Pdt. Zimrat M.S. Karmany, M.Th
Bendahara: Pnt. Yefta
Sanam, SE, MM
GMIT memiliki 57
klasis per November 2023 berdasarkan hasil Sidang Sinode ke XXXV di Kabupaten
Sabu Raijua, meliputi wilayah eks keresidenan Timor (Sumbawa, Flores, Alor,
Timor, Rote, Sabu - kecuali Sumba). Klasis-klasis tersebut antara lain:
Kota Kupang
·
Kota Kupang
·
Kota Kupang Barat
·
Kota Kupang Timur
Kabupaten Kupang
·
Kupang Tengah
·
Kupang Barat
·
Kupang Timur
·
Semau
·
Amarasi Barat
·
Amarasi Timur
·
Sulamu
·
Fatuleu (sebelumnya Fatuleu Barat [lama])
·
Fatuleu Timur
·
Amfoang Utara
·
Amfoang Selatan
·
Amabi Oefeto Timur
·
Amarasi Selatan (Pemekaran dari Klasis Amarasi Timur &
Amarasi Barat, November 2023)
·
Fatuleu Barat (Pemekaran dari Klasis Fatuleu Barat [lama] dimana
klasis induk menjadi Klasis Fatuleu dan Klasis Pemekaran menjadi Klasis Fatuleu
Barat, November 2023)
Kabupaten Timor Tengah Selatan
·
So'e
·
Mollo Timur
·
Mollo Barat
·
Mollo Utara
·
Amanuban Selatan
·
Amanuban Timur
·
Amanuban Tengah Utara
·
Amanuban Tengah Selatan
·
Amanuban Timur Selatan
·
Amanatun Timur
·
Amanatun Utara
·
Amanatun Selatan
·
Kuanfatu
·
Soe Timur
Kabupaten Timor Tengah Utara
·
Timor Tengah Utara
Kabupaten Belu
·
Belu
Kabupaten Malaka
·
Malaka
Kabupaten Rote Ndao
·
Lobalain
·
Rote Tengah
·
Rote Timur
·
Rote Barat Laut
·
Rote Barat Daya
·
Pantai Baru
·
Rote Barat
·
Loleh (Pemekaran dari Klasis Lobalain, November 2023)
Kabupaten Sabu Raijua
·
Sabu Barat Raijua
·
Sabu Timur
Kabupaten Alor
·
Alor Barat Laut
·
Alor Tengah Utara
·
Alor Tengah Selatan
·
Alor Barat Daya
·
Alor Timur
·
Alor Timur Laut
·
Pantar Barat
·
Pantar Timur
·
Teluk Kabola
·
Mataru (Pemekaran dari Klasis Alor Barat Daya, November 2023)
Pulau Flores dan Sumbawa
·
Flores Lembata
·
Flores Barat
·
Sumbawa