Rote-Ndao, https://sinodegmitkolportase.or.id/, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menerapkan “Lingkungan Tanpa Asap Rokok” pada perayaan Jambore Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) Teritori Rote Ndao di Jemaat Siloam Oeseli Klasis Rote Barat Daya, pada Senin 30 Juni hingga Kamis 3 Juli 2025.

Dengan mengangkat tema “Anak GMIT: Citra Kristus yang Sehat, Cerdas, Kreatif, dan Inovatif, Siap Menjadi Saksi bagi Kemuliaan Allah”, GMIT berkomitmen untuk melindungi anak dari dampak buruk asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif, serta untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mewujudkan gereja yang ramah anak dan menjadi garda terdepan dalam perlindungan hak-hak anak.

"Gereja sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan holistik anak dan remaja. Kita ingin generasi muda Rote Ndao menjadi generasi yang unggul, tangguh, dan berdaya saing," kata Paulus.

Sebagai bentuk keseriusan, panitia Jambore memasang tanda larangan merokok di tenda peserta dan di beberapa titik strategis serta memberikan edukasi langsung kepada peserta dan pengunjung tentang bahaya rokok bagi kesehatan anak. Edukasi ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran hukum, tetapi juga membentuk tanggung jawab spiritual atas tubuh dan lingkungan sebagai bagian dari kesaksian hidup orang percaya.

Jambore tersebut diikuti oleh 40 tim yang berasal dari Klasis Lobalain, Klasis Rote Barat daya, Klasis Rote Barat Laut, Klasis Lole dan Klasis Rote Barat.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain 'Kelas Cerdas' yang terbagi dalam lima kategori kecerdasan, yaitu linguistik, musikal, visual spasial, tubuh kinestetik, dan naturalis. Dalam kategori-kategori ini ada kelas Pencerita Alkitab, Pendidikan seks usia dini, MC, Musik tradisional, Musik gerejawi, Flanel kreatif, Multimedia, Tari tradisional, dan Drama musikal serta pengolahan bahan-bahan alam (pembuatan sabun dari garam). Selain itu, ada Lomba Lintas Alam (LLA) dan pentas seni.

Ketua Panitia Jambore, Meksi Mooy menyampaikan bahwa untuk jambore tahun ini tidak ada perlombaan sebab seluruh kegiatan difokuskan pada pengembangan potensi anak melalui berbagai program edukatif yang dikemas dalam ‘Kelas Cerdas’.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran kreatif, tetapi juga mampu membentuk karakter anak yang melayani dan berlandaskan iman kristiani

Kegiatan ini diawali dengan Ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Koni Liunokas.*** (Martha M. Kedoh)