Kupang, https://sinodegmitkolportase.or.id, – Sukacita tak terbendung memenuhi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) saat ribuan anak dari berbagai Klasis berkumpul merayakan Hari Ulang Tahun Anak GMIT yang ke-25 di Jemaat GMIT Kota Baru, Klasis Kota Kupang, pada Minggu (23/11/2025).

Dengan mengusung tema "Anak Gemit Citra Kristus Cinta Sesama dan Cinta Alam," perayaan akbar ini menjadi momentum emas untuk menegaskan komitmen iman yang diterjemahkan langsung ke dalam aksi nyata peduli lingkungan.

Acara diawali dengan nyanyian penuh semangat yang menyambut hangat anak-anak dari Klasis Kota Kupang, Kupang Timur, Kupang Barat, dan Kupang Tengah. Suasana persekutuan yang meluap-luap ini menunjukkan bahwa anak-anak adalah inti dari pelayanan gereja.

Ibadah mencapai kedalaman spiritualnya melalui pembacaan Firman dari Yakobus 2:14-17 yang menekankan bahwa iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Pesan ini kemudian dihidupkan melalui panggung boneka yang menarik tentang tema perayaan di atas.

Kisah boneka Cesa, yang awalnya gemar membuang sampah sembarangan dan tidak suka tanaman, menjadi cermin yang jujur. Kejatuhan Cesa karena terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan menyadarkan semua hadirin tentang konsekuensi pahit dari ketidakpedulian. Melalui nasihat teman-temannya, Cesa berjanji untuk menjaga alam dengan menanam pohon dan membuang sampah pada tempatnya, sebuah janji yang disambut dengan antusias oleh anak-anak yang menyanyikan lagu respons "Peduli Itu Tanda Kasih."

Perayaan ulang tahun ke-25 mencapai titik emosional saat lilin ditiup dan kue dipotong oleh Mama Pendeta Gresandi Sion bersama perwakilan anak-anak klasis. Momen ini menegaskan peran strategis anak-anak sebagai gereja masa kini dan masa depan.

Anggota Majelis Sinode GMIT, Pnt. Emilia Nomleni, dalam suara gembalanya, turut mempertegas hal ini. Beliau menekankan pentingnya menciptakan rumah yang aman, bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan bullying. Yang paling berkesan, beliau menggarisbawahi bahwa 'Cinta Alam' adalah kewajiban, bukan pilihan, yang harus dimulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan.

Menanggapi seruan tersebut, Jemaat GMIT Kota Baru mengukuhkan komitmen lingkungan mereka dengan meluncurkan Terminal Bank Sampah Jemaat GMIT Kota Baru. Inilah puncak aksi nyata dari tema ibadah. Acara launching yang mendapat apresiasi dari Bank Sampah Mutiara Timur, ditutup dengan penyerahan sampah secara simbolis dan penimbangan perdana, menandai dimulainya gerakan pemilahan sampah yang berkelanjutan di lingkungan gereja.

Dengan semangat yang membara dan janji iman yang terukir, seluruh rangkaian acara ditutup dengan lantunan Mars Anak GMIT. Perayaan HUT ke-25 ini menjadi penanda bahwa Anak GMIT tidak hanya kuat dalam doktrin, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang nyata, bergerak dari ruang ibadah menuju kepedulian tulus terhadap sesama dan kelestarian bumi. ***