AMARASI BARAT, https://www.sinodegmitkolpoltase.or.id, — Majelis Klasis Amarasi Barat menggelar kegiatan Seminar Sehari dan Ibadah Penyegaran Iman (IPI) bertempat di Gedung Gereja Jemaat GMIT Imanuel Tofa, Klasis Amarasi Barat, pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan guna memperkuat spiritualitas keluarga Kristen sekaligus membekali para pelayan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Sinode GMIT Pdt. Zimrat M. S. Karmany, Ketua Majelis Klasis Amarasi Barat Pdt. Doris Lopo Bois, Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Tofa Pdt. Ardy F. Mauboy, serta seluruh pendeta se-Klasis Amarasi Barat. Turut hadir inisiator dan pendiri Yayasan Pelayanan Kasih Perdamaian (YPKP) Pdt. Dr. Samuel Sikitari, Ketua YPKP Pdt. Henry Manuputty bersama tim, Koordinator UPP PI/PD Klasis Amarasi Barat Pdt. Noverrikus D. Maufa beserta pengurus Persekutuan Doa Klasis, perwakilan Pemerintah Desa Merbaun, serta jemaat dan peserta perwakilan dari berbagai jemaat di Klasis Amarasi Barat.

Dalam suara gembalanya, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M. S. Karmany, menyoroti sejumlah isu sosial kemasyarakatan di NTT yang menjadi tantangan besar bagi gereja, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), HIV/AIDS, minuman keras (miras), perjudian, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia memberikan perhatian khusus pada tingginya kasus prostitusi dan HIV/AIDS di wilayah kekristenan, sehingga penguatan kasih dan spiritualitas keluarga Kristen dinilai sangat mendesak.

Pdt. Zimrat juga menyampaikan apresiasinya kepada YPKP dan mengajak seluruh pihak untuk membangun komitmen bersama, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

"GMIT sangat terbuka untuk semua yayasan yang mau menaburkan benih Injil yang baik, bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik," ujar Pdt. Zimrat M. S. Karmany.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator UPP PI/PD Klasis Amarasi Barat, Pdt. Noverrikus D. Maufa, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan YPKP ini membawa misi pelayanan yang lebih luas, tidak terbatas pada mimbar gereja saja.

"Ini bukan hanya sekadar seminar dan IPI dengan kerja sama bersama YPKP, tetapi pelayanan itu bukan hanya terjadi di mimbar tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peternakan, pariwisata, dan lain-lain. Klasis Amarasi Barat menjadi pilot project untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Ini langkah awal untuk membangun etos kerja dan dalam pelayanan untuk melayani Tuhan," jelas Pdt. Noverrikus.

Rangkaian seminar sehari ini menghadirkan tiga materi utama, yaitu:

1.       “Kerja Kudus Hati Bersih: Membangun Spiritualitas dan Ethos Kerja Para Hamba-Nya”, dipaparkan oleh Pdt. Dr. Samuel Sikitari (Pendiri YPKP) dan Pdt. Ita Ndun, M.Th. (KMK Kota Kupang Barat).

2.       “Ladang yang Menantang: Mengatasi KDRT, HIV/AIDS, Miras, Perjudian, dan Buruh Migran dengan Kasih dan Aksi”, disampaikan oleh Adrian E. Boling, S.H., M.H. (GAMKI) dan Moudy Taopan, yang dilanjutkan dengan refleksi oleh Pdt. Noverrikus D. Maufa, S.Th.

3.       “Membentuk Konselor yang Berintegritas dan Berdampak”, dibawakan oleh Pdt. Didik Supriadi.

Selain pemaparan materi, agenda kegiatan juga mencakup penguatan kapasitas konselor yang dipandu oleh Tim YPKP dan ditujukan bagi para calon konselor serta pelayan pastoral di lingkup Klasis Amarasi Barat.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Ibadah Penyegaran Iman (IPI) sebagai puncak acara. Ibadah ini mengusung tema “ATOIN METO: Kerja Buat Tuhan (Kolose 3:23)” dengan dipimpin oleh pengkhotbah Pdt. Yusuf Sampe.*