Kupang, www.sinodegmit.or.id – Kantor Perwakilan Bank
Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyerahkan hibah berupa satu unit
kendaraan operasional kepada Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor
(GMIT). Kendaraan yang diberikan adalah Mitsubishi Pajero Sport 4x2 A/T Dakkar
Tahun 2015. Penyerahan berlangsung di halaman Kantor BI NTT, Kupang, pada Senin
(14/7/2025).
Bantuan tersebut diserahkan
langsung oleh Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, dan diterima
secara resmi oleh Majelis Sinode GMIT, masing-masing Pdt. Semuel B. Pandie
(Ketua Sinode) serta Pdt. Saneb Y. Ena Blegur (Wakil Ketua Sinode).
Dalam sambutannya, Agus
menegaskan bahwa BI NTT melihat GMIT sebagai mitra strategis dalam program
pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“GMIT adalah saudara kita dalam
membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kami yakin, kerja sama ini akan
menjadi fondasi yang kokoh untuk mendukung keberhasilan program-program
pemberdayaan di NTT,” ujar Agus.
Lebih lanjut, ia berharap hibah
kendaraan operasional tersebut dapat mendukung efektivitas pelayanan di Kantor
Sinode GMIT.
“Bantuan ini semoga bermanfaat
bagi pelayanan Sinode GMIT, dirawat dengan baik, dan menjadi berkat bagi
seluruh jemaat,” tambahnya.
Ketua Majelis Sinode, Pdt. Semuel
B. Pandie, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BI NTT. Ia menegaskan
bahwa dukungan tersebut sejalan dengan visi pelayanan Majelis Sinode GMIT
periode 2024–2027, khususnya dalam pilar pengembangan ekonomi.
“Kami berterima kasih kepada BI
NTT, bukan hanya atas hibah kendaraan ini, tetapi juga atas kemitraan yang
terus dibangun dalam bidang pemberdayaan ekonomi. Bagi kami, pelayanan gereja
tidak hanya berbicara soal iman, tetapi juga kesejahteraan jemaat. Karena itu,
kerja sama ini sangat berarti,” ungkap Pdt. Semuel.
Acara penyerahan ditutup dengan penandatanganan
berita acara serah terima antara pihak BI NTT dan Majelis Sinode GMIT, yang
disaksikan oleh jajaran pejabat BI serta perwakilan dari Sinode GMIT.
Melalui hibah ini, diharapkan
hubungan kemitraan antara Bank Indonesia dan GMIT semakin erat, serta mampu
memberi dampak nyata dalam memperkuat pelayanan gereja dan mendukung
pemberdayaan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. ***