Lasiana-Kupang, Dalam rangka menyambut Bulan Budaya Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Jemaat Elim Lasiana mengadakan festival yang spektakuler di Pantai Lasiana, Kupang. "Elim Festival 2025" ini berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (12-14/05/25), dan dimeriahkan oleh berbagai kategori perlombaan, termasuk tarian adat, fashion show, dan pameran UMKM.

Acara pembukaan festival ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Wakil Walikota Kupang, Serena Francis, Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa, anggota DPRD Kota Kupang, Absalom Sine, Bendahara Majelis Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, dan Pendeta GMIT.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Adnan Ndun, menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya merupakan tantangan dari KMK Kota Kupang Timur bagi Kaum Bapak untuk mengadakan kegiatan festival di tahun 2025. Ia juga menambahkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak membebankan kas jemaat, karena semua dana kegiatan festival ini berasal dari hasil kolaborasi bersama dengan pemerintah, dunia usaha, dan donatur lainnya.

Pnt. Yefta Sanam dalam suara gembalanya menghimbau warga GMIT untuk tidak apatis dalam melestarikan budaya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dan tidak hanya fokus pada menang atau kalah dalam lomba festival budaya, tetapi lebih mengutamakan nilai dari setiap budaya yang ditampilkan untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Walikota Kupang, Serena Francis, sangat mengapresiasi berlangsungnya kegiatan ini. Ia berharap festival ini dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan produk lokal dan menjadi contoh bagi anak-anak di Kota Kupang dalam melestarikan budaya dan menanggulangi masalah kesehatan mental.

Kegiatan Elim Festival 2025 ini terbuka untuk umum dan dimeriahkan oleh berbagai penampilan perlombaan, pameran produk UMKM lokal, dan kegiatan lainnya. Dengan demikian, festival ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempromosikan budaya dan kreativitas masyarakat NTT. *