SOE, https://sinodegmitkolportase.or.id, Ratusan pemuda dari 28
jemaat GMIT Klasis Soe dan beberapa Klasis tetangga (Amanuban Selatan, Mollo
Barat, dan Soe Timur) berpartisipasi dalam Pameran Kreatif dan Festival Musik
Rohani yang berlangsung di Jemaat Petra Soe, selama tiga hari, mulai 03 hingga
05 Desember 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh
GMIT Klasis Soe sebagai wadah ekspresi dan pengembangan talenta bagi kaum muda,
dengan mengangkat tema "Bersinar dalam Kreativitas dan Harmoni untuk
Kemuliaan Yesus Kristus Tuhan Kita".
Ketua Majelis GMIT Klasis Soe,
Pdt. Ketlyn Biaf Radja, M.Th, menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana
untuk menggali dan memberdayakan talenta pemuda yang dianugerahkan Tuhan.
"Kami semua, dengan satu
hati, ingin mendorong teman-teman pemuda agar mereka bisa menyadari bahwa kita
semua memiliki talenta yang sama yang Tuhan Allah berikan. Talenta itu
diberikan bukan untuk didiamkan, tetapi untuk dikembangkan dan diperdayakan,"
ujar Pdt. Ketlyn Biaf Radja.
Ia menambahkan bahwa Pemuda
Klasis Soe berupaya menjadi wadah pengembangan talenta, dengan harapan agar
pemuda gereja dapat menjadi ujung tombak pelayanan di masa depan.
Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT,
Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menyoroti kondisi dunia yang
penuh kompetisi dan distraksi. Ia mengingatkan agar kompetisi tidak menjadi
pusat hidup yang dapat melahirkan kecemasan dan ambisi tidak sehat, sehingga
menghilangkan makna pelayanan.
Pdt. Saneb berharap agar melalui
kegiatan ini, pemuda tidak hanya menjadi peserta gereja, tetapi juga agen
transformasi di masyarakat.
"Segala kreativitas dapat
menjadi alat misi: membangun kepedulian, menolong sesama, menguatkan gereja,
dan memberkati Kota. Kita berupaya agar karya kita dapat membawa perubahan
nyata bagi jemaat, gereja, dan masyarakat,” tegas Pdt. Saneb.
Sementara itu, Bupati TTS, Eduard
Lioe, S.H., menyampaikan harapan agar Festival Musik Gereja Pemuda Klasis Soe
tahun 2025 mampu memotivasi pemuda GMIT.
"Agar kedepannya daerah kita
dimajukan dengan perubahan sumber daya pemuda yang mampu berdiri sendiri, sebab
kita semua menyadari bahwa betapa pentingnya perubahan sumber daya pemuda dalam
rangka memperkokoh jati diri bangsa, khususnya jati diri pemuda," harap
Eduard Lioe.
Festival ini menampilkan beragam
pertunjukan seni dan musik, meliputi: Musik: Live Band, Solo, Vocal
Group, Live Akustik, RAP Perform, dan Paduan Suara. Sedangkan
untuk Seni: Tari Tradisional, Tari Kreasi, Teater, Puisi, Dance, dan Stand
Up Comedy.
Ketua Pemuda Klasis Soe, Jemsy
Nifu, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas minimnya
ruang bagi pemuda gereja untuk mengembangkan diri, terutama karena keterbatasan
dana dan fasilitas. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berkelanjutan
bagi pemuda untuk bertumbuh, baik dalam iman, kreativitas, maupun seni. ***