RUTENG – https://sinodegmitkolportase.or.id, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan
Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT bersinergi dengan Majelis Klasis Flores
Barat menyelenggarakan Pelatihan Master of Ceremony (MC) Gereja dan
Multimedia Berbasis Handphone. Kegiatan yang berlangsung pada 18–20
Maret 2026 di GMIT Imanuel Ruteng ini merupakan hasil kolaborasi strategis
antara DPD GAMKI NTT, GAMKI Manggarai, dan Majelis Klasis Flores Barat guna
meningkatkan kualitas pelayanan jemaat di era digital.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa program
ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam bidang
komunikasi pelayanan dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, gereja saat ini
dituntut untuk memiliki sumber daya manusia yang cakap dalam memandu acara
gerejawi sekaligus terampil mengelola media digital demi mendukung perluasan
jangkauan pelayanan.
“Pelayanan gereja harus terus beradaptasi dengan
perkembangan zaman. Karena itu generasi muda perlu dibekali kemampuan
komunikasi publik dan keterampilan digital agar pelayanan gereja semakin
tertib, kreatif, dan menjangkau lebih banyak jemaat,” ujar Winston di Kupang,
Senin (16/3/2026).
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan bimbingan
teknis langsung dari para praktisi berpengalaman. Pada sesi teknik MC, panitia
menghadirkan Edno Taopan dan Riko Liufeto, dua figur yang dikenal luas dalam
memandu berbagai agenda formal dan gerejawi di Kupang. Sementara itu, pada
aspek multimedia, Dongki Nuban dan Intan Tansa memberikan materi praktis
mengenai fotografi, videografi, desain grafis sederhana, hingga manajemen media
sosial gereja hanya dengan menggunakan ponsel pintar.
Winston Rondo menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan
bagian dari komitmen berkelanjutan GAMKI dalam memperdayakan pemuda Kristen di
tengah pesatnya arus informasi. Ia meyakini bahwa perangkat teknologi yang
sudah dimiliki oleh jemaat harus diarahkan untuk tujuan yang produktif dan
mulia.
“Dengan HP di tangan, jemaat sebenarnya sudah memiliki alat
yang cukup untuk berkarya dan melayani. Tinggal bagaimana kita melatih dan
memanfaatkannya untuk pelayanan gereja dan kemuliaan Tuhan,” tambahnya.
Melalui rangkaian pelatihan ini, diharapkan lahir generasi
muda gereja yang profesional dan kreatif. Kehadiran mereka diproyeksikan mampu
menjadi penggerak utama dalam transformasi digital pelayanan gereja, baik
sebagai pemandu acara yang handal maupun sebagai kreator konten yang mampu
menyebarkan pesan-pesan pelayanan secara lebih luas dan menarik. **