Mollo Timur, NTT, https://sinodegmitkolportase.or.id/,
– Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), melalui Unit Pembantu
Pelayanan (UPP) Hubungan Oikumenis dan Kemitraan, menyelenggarakan pertemuan
strategis bersama seluruh Badan Pembantu Pelayanan Sinode Berbadan Hukum Negara
(BP2S-BHN) GMIT. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas penguatan potensi income
generate guna mendukung pembiayaan program dan pelayanan gereja secara
berkelanjutan sekaligus penguatan kerja dan pelayanan di antara BP2S-BHN
sendiri.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 9 September 2025, bertempat di Agro
Eko Wisata Loli, Klasis Mollo Timur, dan dihadiri oleh 108 peserta dari
berbagai lembaga BP2S-BHN GMIT.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari amanat HKUP Penguatan II,
yang menugaskan GMIT untuk melakukan penguatan kemitraan melalui pendekatan
Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergi (KISS) dalam pelayanan.
Kegiatan ini dirancang untuk: Mengkaji potensi dan pemetaan income
generate dari masing-masing BP2S-BHN; Menyusun sistem income
generate yang berkelanjutan untuk mendukung program dan keuangan Dilingkup Jemaat, Klasis, dan Sinode; Membahas implementasi Keputusan MS Nomor:
14/KEP/MS-GMIT/XLIX/2022 tentang Pedoman Perubahan AD/ART BP2S-BHN GMIT;
Membangun komitmen bersama dalam realisasi sumber-sumber income
generate sebagai bagian dari tanggung jawab gerejawi.
Diinformasikan bahwa BP2S-BHN GMIT dibentuk sebagai wadah pelayanan
holistik yang sejak awal telah bergerak melalui yayasan, koperasi, perbankan,
dan lembaga usaha lainnya. Selain menjalankan fungsi sosial dan ekonomi, sdlembaga-lembaga
ini dipanggil untuk menopang pelayanan gereja secara langsung. Oleh karena itu,
kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab gerejawi
yang harus melekat pada setiap BP2S-BHN, bukan sekadar menjalankan tanggung
jawab korporat.
Beberapa BP2S-BHN GMIT yang hadir antara lain: Yayasan TLM, BPR TLM,
Koperasi TLM, Koperasi Talenta, Yayasan UKAW, Yayasan Alfa Omega, PT. Radio
Suara Kasih, Yayasan Abdi Kasih Soe, Yayasan STKIP/IPS Soe, Koperasi Citra
Hidup Alor, Yayasan Untrib, Yayasan Abdi Damai, Rumah Harapan, Yapenkris
Prisqila, Yapenkris Nehemia, Yapenkris Sonaf Honis Kabupaten Kupang, Yapenkris
Meusine Kabupaten Kupang, Yapenkris Agape, Yapenkris Tois Neno, Yapenkris Hiti
Kefa, Yapenkris Polykarpus Belu-Atambua, Yapenkris Kroman Malaka, Yapenkris
Pingdoling, Yapenkris Tominuku, Yapenkris Adda Hari, Yapenkris Sasando, dan
Yapenkris Nusa Bunga.
Dalam pertemuan ini Ketua Majelis Sinode menyampaikan apa saja
pencapaian yang telah dan sedang dilalukan oleh Majelis Sinode dan
masing-masing BP2S-BHN juga melaporkan apa yang sudah dilakukan. Majelis Sinode
juga menegaskan bahwa BP2S-BHN adalah tetap milik Sinode GMIT; Komitmen
BP2S-BHN untuk mengubah struktur sesuai Pedoman Perubahan AD/ART dari lembaga
milik GMIT.
Dalam pertemuan tersebut Bobby Fanggidae, Direktur BPR TLM terpilih sebagai Koordinator Satgas untuk melakukan Kajian Potensi Income Generate.
Kegiatan ini diakhiri dengan peneguhan komitmen bersama untuk
meningkatkan sinergi dan kontribusi nyata BP2S-BHN dalam menopang pelayanan
gereja melalui pengembangan ekonomi yang bertanggung jawab secara iman dan
manajerial.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Badan Keadilan dan Perdamaian (BKP)
Sinode GMIT, Badan Studi Tata Gereja (BSTG), Badan Pendidikan Sinode GMIT.