Mollo Timur-TTS, https://sinodegmitkolportase.or.id/,
– Setelah hampir enam tahun melayani dengan penuh dedikasi di Jemaat
Bermata Jemaat Elroi, Klasis Mollo Timur, Pdt. Lukas Yonileon Bana, S.Th, resmi
dimutasikan oleh Majelis Sinode GMIT ke Jemaat Pondok Pengharapan Oeana, Klasis
Kupang Barat.
Ibadah pengutusan yang
berlangsung di Mata Jemaat Elim Neonmat pada Sabtu (23/8/2025) itu dipimpin
oleh Pdt. Kolsinus K. Benu. Suasana ibadah terasa penuh syukur sekaligus
mengharukan, ketika jemaat, keluarga, dan sahabat pelayanan melepas sang
gembala yang selama 5 tahun 10 bulan menemani perjalanan iman mereka.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Lukas
menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga jemaat, majelis,
pemerintah desa, serta rekan-rekan pendeta di Klasis Mollo Timur. Ia menegaskan
bahwa pelayanan yang telah dijalani tidak mungkin berhasil tanpa kebersamaan,
doa, dan dukungan yang diberikan.
“Saya percaya, semua yang kita
lalui bersama adalah karya Tuhan. Terima kasih untuk setiap kebersamaan,
dukungan, dan cinta kasih yang telah diberikan,” ungkapnya penuh haru.
Ia pun berpesan agar Jemaat Bermata
Jemaat Elroi terus menjaga kebersamaan, kekeluargaan, dan kasih persaudaraan
yang sudah terbentuk, demi mendukung pengembangan pelayanan ke depan.
Ketua Majelis Klasis Mollo Timur,
Pdt. Zadrak Malailak, S.Th, dalam suara gembalanya mengingatkan bahwa karya
pelayanan selalu berada dalam kendali Tuhan yang bekerja di luar kemampuan
manusia.
“Ada Tuhan yang tidak kelihatan, yang
bekerja di luar kemampuan kita. Tuhan yang tidak kelihatan itu mengetahui
pergumulan para hamba-Nya dan jemaat-Nya. Karena itu di manapun kita hidup dan melayani,
pancarkanlah mata air itu dalam pelayanan, jangan biarkan mata air itu
tertutup,” pesannya.
Menurut Pdt. Zadrak, mutasi
pendeta dalam GMIT merupakan bagian dari dinamika pelayanan yang terus bergerak
mengikuti kebutuhan jemaat di berbagai Klasis. Hal ini menegaskan bahwa
pelayanan adalah panggilan seumur hidup yang menuntut kesediaan ditempatkan di
mana pun gereja membutuhkan.
Ia juga menambahkan bahwa untuk
mengisi kekosongan pelayanan sementara waktu, Majelis Klasis Harian Mollo Timur
akan mengatur dan mendampingi agar pelayanan tetap berjalan dengan baik.
Sementara itu, apresiasi juga
datang dari pihak pemerintah. Sekretaris Desa Konbaki, Melkianus Oskar Faot,
menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah dibangun bersama jemaat
selama masa pelayanan Pdt. Lukas.
“Beliau bukan hanya mengurus
pelayanan, tetapi juga ikut mendukung pembangunan Desa Konbaki, terutama dalam
keterlibatan pada kebijakan Desa,” ujarnya.
Mutasi ini tidak sekadar
perpindahan pelayanan, melainkan bagian dari panggilan untuk terus menabur
benih iman di ladang baru. Jemaat Pondok Pengharapan Oeana, Klasis Kupang
Barat, juga hadir dalam acara tersebut, menjemput Pdt. Lukas sebagai gembala
baru yang akan melanjutkan karya penguatan iman di wilayah tersebut.
Hadir dalam ibadah pengutusan ini antara lain Majelis Klasis Harian Mollo Timur, para pendeta GMIT se-Klasis Mollo Timur, Pemerintah Desa Konbaki, serta warga jemaat setempat. Kebersamaan ini menjadi tanda kuatnya semangat oikumenis dan dukungan lintas wilayah pelayanan dalam tubuh GMIT. ***