ALOR,
www.sinodegmit.or.id, – Klasis Alor
Timur menggelar Persidangan Klasis ke-15 yang dirangkaikan dengan perayaan
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Klasis Alor Timur di Jemaat Betel Takala. Kegiatan
yang berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (16–18 Desember 2025),
ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pelayanan serta menetapkan
arah kebijakan gereja ke depan.
Agenda utama dalam persidangan tahun ini meliputi tiga
poin krusial: Laporan pelaksanaan Program Pelayanan Tahunan (PPT), rekomendasi,
serta pelayanan rutin Majelis Klasis Harian (MKH) tahun 2025; Laporan
pengelolaan keuangan Majelis Klasis tahun 2025; Perumusan dan penetapan program
kebersamaan jemaat-jemaat serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB)
Majelis Klasis tahun 2026.
Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi,
M.Si., dalam suara gembalanya menekankan pentingnya kesetiaan pelayan Tuhan dalam menghadapi berbagai
tantangan pelayanan. Beliau menegaskan bahwa persidangan gerejawi bukan sekadar
forum administratif, melainkan momen spiritual untuk merefleksikan penyertaan
Allah selama 66 tahun usia Klasis dan satu tahun perjalanan program pelayanan.
Menghadapi
dunia yang berubah cepat, tidak pasti, kompleks dan ambigu, Pdt. Lay mengingatkan agar program gereja
bersifat inklusif dan solutif terhadap persoalan nyata di masyarakat.
“Gereja
harus menyentuh kehidupan yang nyata. Program pelayanan ke depan harus
memperhatikan isu sosial, lingkungan hidup, pendidikan, dan lain sebagainya,”
tegasnya saat memaparkan materi 'Bersaksi Tentang Allah yang Setia di Tengah
Dunia yang Luka' (Mazmur 89:1-2).
Beliau
juga berpesan agar jemaat terus memupuk kebersamaan di tingkat Klasis, karena
pelayanan yang sehat tercermin dari kerinduan untuk berkumpul dan berkarya
bersama."
Ibadah
syukur HUT sekaligus pembukaan sidang dipimpin oleh Pdt. Jehezkiel Pinat,
M.Th., yang merefleksikan Mazmur 1:1-6. Dalam khotbahnya, ia mengajak peserta
sidang untuk memilih jalan orang benar yang produktif seperti "pohon di
tepi aliran air", dan menjauhi jalan orang fasik agar keputusan sidang
dapat dilaksanakan dengan sukacita oleh jemaat.
Sementara itu, Ketua
Panitia Pelaksana, Steven B. Kilaka, dalam sambutannya berharap agar proses
persidangan dituntun oleh Roh Kudus sehingga mampu melahirkan
keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi pelayanan Gereja Masehi Injili di
Timor (GMIT).
Senada dengan hal tersebut, Pdt. Andri Liu, S.Th., salah satu peserta sidang, memaknai HUT ke-66 ini sebagai momentum pertanggungjawaban iman. Ia berharap hasil persidangan kali ini menjadi "kado istimewa" bagi kematangan usia Klasis Alor Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pelayanan, di antaranya: Majelis Klasis Harian (MKH) dan Anggota MK Non-Pendeta, Anggota Majelis Klasis Ex Officio, Camat Alor Timur, Jhon E. Mabilaka, SE, Badan dan Unit Pembantu Pelayanan Majelis Klasis, Pengurus Katefu dan Majelis Jemaat Harian (MJH) Betel Takala dan Kapolsek Alor Timur dan Kepala Desa Maukuru). ***