Fatuleu-Kupang, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode
Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) resmi menahbiskan Gedung Gereja dan
Pastori Siloam Oelbioin, Klasis Fatuleu, Kabupaten Kupang, pada Jumat
(22/5/2026). Momentum ini menjadi bentuk ungkapan syukur bersama atas
rampungnya pembangunan tempat ibadah tersebut, sekaligus menjadi seruan bagi
gereja untuk terus menghadirkan optimisme di tengah krisis sosial dan menjaga
persatuan dalam keberagaman budaya.
Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay
Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya menyampaikan apresiasi yang mendalam
kepada seluruh jemaat yang dalam persekutuan mampu membangun fasilitas
pelayanan yang representatif. Beliau menegaskan bahwa GMIT harus mengambil peran
aktif sebagai pusat komunitas yang membawa kesegaran dan pengharapan, serta
mengimbau agar gereja tidak terjebak dalam arus polarisasi yang kerap terjadi
di media sosial.
"Sebagai gereja, kita
dipanggil bukan sekedar menjadi suara yang sibuk mengutuk kegelapan... tetapi
menghadirkan terang Kristus... Karena itu saya mendorong kawan-kawan pendeta,
dalam situasi yang sulit mari kita memberi optimisme bagi jemaat-jemaat kita,
mendoakan bangsa ini. Jangan hanya mengeluh, jangan hanya menyalahkan, jangan
hanya menghakimi," ujar Pdt. Lay Abdi K. Wenyi.
Lebih lanjut, bertepatan dengan
perayaan Bulan Budaya, Pdt. Lay menjelaskan bahwa keragaman latar belakang suku
dan budaya di lingkup GMIT harus ditempatkan sebagai wadah edukasi untuk saling
menghargai, bukan sebagai ajang kompetisi yang memecah belah jemaat.
"Bulan budaya bukan ruang
untuk kita berlomba-lomba melakukan lomba budaya, bukan. Tapi bulan budaya
adalah ruang di mana kita mengekspresikan sukacita kita, persembahan kita
kepada Tuhan dari dimensi budaya kita masing-masing... Karena itu GMIT di bulan
budaya sebenarnya sedang melatih orang, mengedukasi orang untuk menghargai
perbedaan," tambahnya.
Acara pentahbisan ini dihadiri
oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Klasis (KMK) Fatuleu, Sekretaris Majelis Klasis Fatuleu Timur, Camat Fatuleu, para Pendeta GMIT, para
Kepala Desa, tenaga pendidik, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama,
Ketua Panitia Pembangunan, Pnt. Isak Kake, menyampaikan terima kasih
yang mendalam kepada seluruh donatur dan para pendeta pendahulu yang telah
mendedikasikan pelayanannya sejak awal mula jemaat ini berdiri hingga proses
pembangunan selesai. (Kontributor: Pace F. Balukh).