Kupang, https://sinodegmitkolportase.or.id. Majelis Sinode GMIT mengadakan ibadah bulan lingkungan sekaligus aksi tanam anakan buah di kebun ‘Petuk’, yang berlokasi di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Jumat (22/11).

Kebun tersebut merupakan salah satu aset GMIT dengan ukuran 4700m2. Atas kerja sama dengan Majelis Sinode melalui BPAPE dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, lokasi yang mulanya merupakan kawasan hutan dijadikan kebun.  Beberapa jenis anakan buah yang ditanam diantaranya: lengkeng, mangga, jambu bol, jambu kristal, jambu air, pinang, durian dan kelapa hijau. Sebahagian anakan akan ditanaman di Yayasan Alfa Omega (YAO) Tarus dan ‘Rumah Bersama’ Sinode GMIT.

Kegiatan tersebut diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Yulius Mau Wadu. Berdasarkan bacaan Alkitab Kolose 1:15-23, Pdt. Yulius berbicara tentang Kristus sebagai yang berkuasa di balik penciptaan dan keselamatan yang dikerjakan Allah. Gereja sebagai ‘tubuh Kristus’ patut terlibat secara nyata dalam proses penciptaan alam akibat berbagai bencana seperti perubahan iklim, sampah, kekeringan, banjir, illegal logging, dll. Gereja menjadi pihak yang bersama Kristus untuk mengatasi isu-isu tersebut.

“Penanaman pohon ini sebagai bentuk aksi nyata dari penyelamatan lingkungan. Jadi jangan hanya sekedar menjadi momen liturgis, tetapi menjadi aksi berkelanjutan untuk menjaga dan menyelamatkan bumi,” kata Pdt. Yulius.

Sementara itu Anggota Majelis Sinode GMIT ex-officio, Pdt. Delviana Poyck-Snae dalam suara gembalanya berbicara tentang ketergantungan manusia akan alam. Tanpa alam, manusia tidak berarti. Maka bulan lingkungan ini merupakan panggilan untuk kembali kepada alam, berdamai dengan alam dan berbuat baik bagi alam. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPDAS Benain Noemina dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang telah menyumbang 745 anakan buah, dan bekerja bersama mengolah kebun tersebut.

“Kiranya aksi ini merupakan kerja berkelanjutan, bukan hanya pada hari ini,” kata Pdt. Delviana, yang juga merupakan Ketua Majelis Klasis (KMK) Kota Kupang.

Ia berharap agar Jemaat Imanuel Petuk, Klasis Kota Kupang Timur menjadi support system bagi kebun tersebut.

Menurut Ketua BPAPE Sinode GMIT, Pdt. Yunus Kay Tulang, kebun tersebut akan dijadikan kebun buah terpadu.

“Mimpi kami ialah menjadikan kebun Sinode ini menjadi kawasan kebun buah terpadu, untuk pengembangan tanaman jangka pendek, menengah dan panjang. Kebun ini juga menjadi kebun percontohan untuk direplikasi bagi lahan lainnya, termasuk milik Jemaat-jemaat GMIT,” kata Pdt. Yunus.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, SP, Wakil KMK Kota Kupang Timur, Pdt. Ishak Batmalo, Mejelis Jemaat Imanuel Petuk, dan seluruh karyawan Kantor Sinode GMIT. ***