Alor,
htttps://sinodegmitkolportase.or.id – Dalam semangat kepedulian ekologis,
Majelis Klasis Alor Timur Laut (ATL) menggelar serangkaian aksi penanaman
anakan pohon di berbagai jemaat. Kegiatan ini tidak sekadar ritual perayaan,
melainkan manifestasi nyata dari komitmen gereja untuk menjaga kelestarian
lingkungan, selaras dengan momentum perayaan bulan lingkungan.
Ketua
Majelis Klasis Alor Timur Laut, Pdt. Elvintje Piternela Frare, menjelaskan
bahwa untuk tahun 2025, aksi penghijauan ini telah dimulai pada penghujung
bulan Oktober. Aksi penanaman telah dilaksanakan pada 31 Oktober 2025,
bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun GMIT, Reformasi, dan penutupan
bulan keluarga, yang dipusatkan di Jemaat Syalom Taramana.
Semangat
yang sama berlanjut dalam perayaan Hari Ulang Tahun Anak GMIT Teritori 3
lingkup Klasis Alor Timur. Jemaat Ayalon Labapui menjadi tempat aksi penanaman
kembali dilakukan di sekitar lingkungan gereja.
Pdt. Elvintje Piternela Frare menekankan
bahwa gerakan ini merupakan perwujudan tanggung jawab generasi muda gereja
terhadap alam. Beliau menggarisbawahi tekad mereka dengan mengutip sebuah
janji:
“Gerakan tanam pohon satu anak satu
pohon dan itu menjadi komitmen anak GMIT Jemaat Vokawa, Klasis Alor Timur,”
kata Pdt. Elvintje.
Menariknya,
tidak hanya dilaksanakan oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak.
Abigael
Rupiday (32), Wakil Ketua Mata Jemaat Getsemani Dingkanal, Jemaat Bermata,
Jemaat Vokawa, menyampaikan alasan di balik pelibatan anak-anak PAR agar dapat
menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai peran vital tumbuhan sebagai bagian
tak terpisahkan dari kebutuhan seluruh makhluk hidup di dunia, termasuk
manusia.
“Selain
itu, anak-anak akan terbiasa dalam memelihara dan merawat lingkungan sekitarnya
dan menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka untuk melanjutkannya saat mereka
beranjak dewasa nanti,” ujar Abigael.
Beragam
jenis anakan ditanam untuk mendukung ketahanan pangan dan kelestarian alam,
antara lain pohon pepaya, pinang, kelapa, dan beberapa pohon produktif lainnya.
Melalui
aksi nyata ini, Klasis Alor Timur Laut tidak hanya sekadar merayakan, namun
secara substansial menanamkan harapan dan komitmen ekologis yang
berkesinambungan bagi masa depan. *** (Abigael Rupiday)