Tunas dari Tanah Kering, 31/12/2024

Dr. I. J. Cairns, seorang pakar Perjanjian Lama, mengatakan bahwa baik kesulitan maupun kenikmatan dapat mengganggu iman, serta menyeret umat dari kesetiaannya kepada Tuhan. Maka dalam bacaan ini, melalui Musa, Tuhan mengingatkan umat Israel.

Perjalanan bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir ke tanah perjanjian Kanaan sangat tidak mudah. Namun Tuhan tidak membiarkan mereka berjalan sendiri. Tuhan menyediakan tiang awan di siang hari untuk melindungi mereka dari terik panas matahari, dan tiang api di malam hari untuk menerangi mereka dari kegelapan. Tuhan menyediakan manna sebagai makanan untuk mereka (ay. 3). Tuhan melindungi mereka dari sakit penyakit walaupun pakaian dan alas kaki tidak diganti (ay.4). Tuhan membuka mata air dari gunung batu yang keras (ay.15).

Tuhan memelihara mereka sepanjang perjalanan di padang gurun yang gersang. Itulah sebabnya Musa mengingatkan mereka untuk tidak melupakan Tuhan dan segala perintah-Nya. Peringatan Musa ini bertingkat, dari semata-mata peringatan hingga akan ada konsekuensinya apabila mereka melupakan perintah Tuhan. Pertama, dalam ay 1, Musa menegaskan: segenap perintah yang kusampaikan kepadamu hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia. Artinya segala perintah Tuhan harus ditaati sepanjang hidup oleh umat Israel. Kedua, dalam ay 6, Musa mengingatkan: haruslah engkau berpegang pada perintah Tuhan, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. Artinya bahwa umat tidak hanya berpegang pada perintah Tuhan, tetapi juga harus menghidupi dan melakukannya sebagai bukti takut akan TUHAN. Dua peringatan ini dikatakan terkait kebaikan Tuhan dimasa lalu, di padang gurun. Peringatan ketiga, keempat, dan kelima terkait berkat Tuhan di masa depan. Sebab seringkali ketika manusia sudah berkelimpahan, ia bisa melupakan Tuhan. Maka Musa ingatkan umat Israel sejak dini. Bahwa Tuhan akan membawa mereka ke tanah Kanaan, suatu negeri yang berlimpah air, gandum dan jelai, pohon anggur, pohon ara dan delima, pohon zaitun dan madu (ay. 7-8). Di Kanaan mereka akan kenyang dan tidak lapar lagi, karena Tuhan menyediakan segala sesuatu untuk hidup mereka. Karena itu dalam ay. 11 Musa katakan: hati-hatilah, supaya janganlah engkau melupakan Tuhan. Ini peringatan ketiga.

Peringatan keempat, Musa menegaskan, apabila engkau sudah kenyang, sudah mendirikan rumah, memiliki banyak sapi, kambing domba, emas dan perak, janganlah engkau tinggi hati lalu engkau melupakan Tuhan (ay14). Peringatan kelima dalam ay. 18, haruslah engkau ingat kepada Tuhan, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Jadi peringatan Musa terkait dua hal. Pertama, terkait masa lalu di masa sulit. Bahwa dalam segala kesulitan dan kesengsaraan di padang gurun, Tuhan sanggup memelihara mereka. Maka jangan lupa kebaikan Tuhan. Kedua, terkait masa depan, bahwa Tuhan akan memberikan kelimpahan berkat bagi mereka di Kanaan. Pada saat kaya/kenyang, jangan tinggi hati dan melupakan Tuhan. Jangan lupa Tuhan artinya umat harus senantiasa percaya kepada Tuhan, tekun beribadah kepada-Nya, memegang teguh perintah-perintah Tuhan, dan senantiasa melakukan firman-Nya. Hidup di dalam Tuhan sepanjang waktu, bukan datang kepada Tuhan pada musim tertentu saja.

Apa resikonya bila mereka melupakan Tuhan? Kalau mereka melupakan Tuhan, meninggalkan Allah, tidak setia melakukan firman- NYA, maka mereka akan binasa (ay.19-20). Tuhan akan menghancurkan mereka.

Kita telah melewati 365 hari sepanjang 2024. Mungkin saja kita melewati padang gurun: kita pernah lapar, sakit, kekurangan. kehilangan. Namun kalau kita tiba di malam ini, itu bukti kebaikan Tuhan. Karena itu, bersyukurlah kepada Tuhan mala mini. Kita juga akan memasuki tahun baru 2025, apakah di sana akan ada padang gurun, atau kelimpahan berkat, tidak ada yang tahu. Maka tetaplah berjalan bersama Tuhan, hari ini, besok, dan sepanjang waktu, agar la menyertai dan menolong kita. Tuhan memberkati.