KUPANG, https://www.sinodegmitkolportase.or.id, – Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tengah bersiap menggelar perhelatan akbar Festival Paskah 2026. Mengusung tema "Cahaya Damai dari Timor untuk Indonesia (City of Love and Harmony)", ajang ini diproyeksikan menjadi pemantik pesan perdamaian dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk seluruh penjuru tanah air.

Ketua Panitia Festival Paskah 2026, Simson Polin, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan gerakan inklusif bagi generasi muda.

"Festival Paskah tahun 2026 diharapkan dapat mendorong semua elemen pemuda, remaja, bahkan anak-anak untuk dapat berpartisipasi aktif. Kami ingin semangat kebangkitan ini dirasakan oleh semua jenjang usia," ujar Simson Polin saat melakukan pertemuan bersama Majelis Sinode GMIT di Kupang, Rabu (25/2/2026).

Simson menjelaskan bahwa festival kali ini dikemas secara masif dengan agenda utama perjalanan "Obor Perdamaian". Rencananya, api obor akan dikirab mulai dari Kota Atambua, melintasi Kota Kefamenanu, Kota Soe, Kabupaten Kupang, dan mencapai puncaknya di Kota Kupang.

Selain kirab obor, puncak acara akan diisi dengan Prosesi Paskah yang megah. Simson menyebut kegiatan ini sebagai "liturgi berjalan" yang bertujuan memberikan edukasi visual bagi generasi milenial dan Gen Z.

"Ini adalah media pembelajaran agar generasi muda lebih memahami peristiwa-peristiwa penting dalam Alkitab melalui visualisasi nyata di lapangan," tambahnya.

Dukungan penuh datang dari Majelis Sinode GMIT. Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, menekankan bahwa festival ini harus memberikan dampak ganda, yakni penguatan spiritualitas sekaligus pemberdayaan ekonomi jemaat.

"Kami berpesan agar penyelenggaraan festival ini tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada penguatan ekonomi. Melalui pameran 'Pemuda Berkarya', kita libatkan pelaku UMKM agar festival ini mampu meningkatkan pendapatan ekonomi jemaat dan daerah," tutur Pdt. Semuel.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Panitia, Tanti Luturmas-Adoe, mengungkapkan bahwa gaung acara ini akan melintasi batas-batas denominasi. Perayaan ini dipastikan akan dihadiri oleh berbagai klasis di Sinode GMIT, sinode dari denominasi gereja lain, hingga unsur etnis dan budaya baik dari dalam maupun luar NTT.

"Ini adalah simbol kerukunan dan toleransi beragama yang kuat di bumi NTT," kata Tanti.

Demi menyukseskan perhelatan besar pada April 2026 mendatang, Pemuda GMIT telah membangun kolaborasi lintas sektor. Selain menggandeng Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah di daratan Timor (Belu, TTU, TTS, Kupang), panitia juga mendapat dukungan strategis dari sektor perbankan dan BUMN, termasuk Bank Indonesia, Bank NTT, serta berbagai pihak swasta lainnya. *** (NN)