Manubelon-Amfoang, https://sinodegmitkolportase.or.id, - Demi
optimalisasi pelayanan, Majelis Sinode GMIT memekarkan Jemaat Bermata Jemaat
Mosu Barat, Klasis Amfoang Selatan menjadi dua Jemaat mandiri yakni Jemaat
Efrata Tiluntop dan Jemaat Imanuel Manubelon. Pemandirian ini berlangsung di
Mata Jemaat Efrata Tiluntop, Senin (21/10/2025).
Anggota Majelis Sinode GMIT Ex-Officio, sekaligus Ketua Majelis
Klasis Amfoang Selatan, Pdt. David Ndolu dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa
pemekaran ini merupakan pergumulan bersama, secara khusus Jemaat Bermata Jemaat
Mosu Barat. Pemekaran ini juga dilakukan untuk mendukung prospek pemekaran Klasis
yang baru antara Klasis Amfoang Selatan dan Klasis Amfoang Utara.
“Saya berharap setelah pemekaran ini, pelayanan Jemaat lebih
dikembangkan secara efektif dan terarah,” kata Pdt. David.
Senada dengan itu, salah satu anggota Jemaat yang tidak ingin
disebut namanya juga menyatakan sambutan baik terhadap pemekaran Jemaat Efrata
Tiluntop dan Jemaat Imanuel Manubelon. Baginya, Jemaat sangat mengharapkan
optimalisasi pelayanan.
“Semoga dengan adanya pemekaran ini maka harapan Jemaat bisa
tercapai. Kami juga meminta kalau bisa Majelis Sinode GMIT menempatkan Pendeta
yang baru dalam waktu dekat di Jemaat Efrata Tiluntop untuk dapat memenuhi
kebutuhan pelayanan terhadap Jemaat Tuhan,” tuturnya.
Acara pemandirian diawali dengan pembukaan selubung papan nama
gereja oleh Pdt. David Ndolu. Selanjutnya Jemaat memasuki ibadah yang dipimpin
oleh Pdt. Desy Nifu. Kebaktian tersebut juga dirangkai dengan pengutusan Pdt.
Christian Nenotek dari Jemaat Bermata Jemaat Mosu Barat ke Jemaat Imanuel
Manubelon.
Dengan pemandirian tersebut, Mata Jemaat Efrata Tiluntob dan Mata
Jemaat Imanuel Manubelon yang selama ini menjadi bagian dari Jemaat Bermata
Jemaat Mosu Barat dinyatakan berakhir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pendeta GMIT di Klasis
Amfoang Selatan, Majelis Klasis Amfoang Selatan dan Jemaat setempat. *** (Sammy
Malaikary)