Pengantar

Aspek yang sangat penting dalam iman Kristen adalah karya Allah melalui kebangkitan Yesus. Salah satu bukti Yesus bangkit adalah Ia menampakkan diri kepada murid-murid. Peristiwa kebangkitan Yesus membawa perubahan luar biasa bagi kehidupan murid-murid. Ketika Yesus belum menampakan diri-Nya, murid-murid mengalami kebingungan dan ketakutan; karena itu mereka berkumpul secara sembunyi-sembunyi di suatu tempat. Namun keadaan mulai berubah, ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka. Pada awalnya penampakan ini tidak dihadiri oleh Tomas (Yoh. 20:19-23). Yohanes tidak menceritakan apa sebabnya Tomas tidak bergabung. Mungkin dia masih mengurung diri karena kesedihan. Ketika para murid menyampaikan bahwa mereka telah melihat Yesus yang telah bangkit, Tomas tidak percaya sama sekali. Dan pada pertemuan berikutnya, Tomas hadir dalam persekutuan para murid, dan Yesus menampakkan diri. Yesus menghendaki Tomas percaya bahwa Ia benar-benar sudah bangkit, dan Tomas pun mengaku: Ya Tuhanku, dan Allahku (Yoh. 20:28).

Pemahaman Teks

Setelah penampakan diri kepada Tomas, Yesus kembali menampakan diri di pantai danau Tiberias. Ini merupakan penampakan yang ketiga menurut Yohanes. Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael, anak-anak Zebedeus (Yakobus dan Yohanes), dan dua orang murid yang lain berkumpul di pantai danau Tiberias. Atas ajakan Simon Petrus, mereka pergi menangkap ikan. Namun, malam itu mereka tidak menangkap apa-apa, padahal mereka adalah penjala ikan yang berpengalaman. Pada saat hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai, namun para murid tidak tahu bahwa itu Yesus. Jadi Yesus berkata kepada mereka: Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk? Jawab mereka: Tidak ada. Pertanyaan Yesus ini, perlu dipahami bahwa Yesus tidak sementara mencari informasi dari mereka. Karena Yesus tahu bahwa mereka tidak menangkap apapun, tetapi la ingin mereka mengenali dan mengakui kekurangan mereka. Usaha atau pekerjaan yang dikerjakan di luar Tuhan tidak akan menghasilkan apapun. Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka dengan tindakan belas kasihan (ay.5). Yesus memanggil mereka anak-anak. Istilah anak-anak dalam bahasa Yunani, merupakan istilah keakraban dan kasih sayang. Sapaan yang sangat akrab, berbicara dengan kepedulian dan kelemahlembutan sebagaimana seorang bapa kepada anak-anak.

Yesus kemudian menyuruh mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Ketika mereka menaikan jala, tampak sangat banyak ikan, sehingga mereka tidak dapat menarik jala (ay. 6). Pada saat itulah, baru mereka tersadar bahwa orang yang menyapa mereka itu Yesus. Karena takjub, Petrus segera mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau (ay. 7). Tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ada ikan dan roti. Yesus sudah menyediakan apa yang dibutuhkan oleh para murid, dan ini membuktikan bahwa Ia telah bangkit dan hidup. Yesus yang telah bangkit melayani para murid mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu (ay.10-13). Yesus telah menyiapkan sarapan untuk mereka. Kehadiran Tuhan dan kebangkitan memberi jaminan dan hidup bagi para murid.

Aplikasi/Relevansi

1. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada situasi di mana segala usaha kita terasa sia-sia. Namun di balik kesulitan itu, Yesus senantiasa hadir dan bersedia menemani serta mengubah keadaan kita.

2. Kisah tentang penampakkan Yesus ini, diikuti dengan jamuan kepada para murid. Mereka menikmati makan yang disediakan oleh Yesus. Peristiwa ini menjadi pegangan bagi semua orang percaya bahwa selamanya mereka akan berada di dalam perjamuan dengan Yesus. Saling mengasihi, menikmati keakraban, berbagi kasih dengan orang lain, perlu dihidupi sebagai umat berbudaya dalam komunitas/Persekutuan kita.

Nyanyian: KJ. 204; 211; 216.

Dikutip dari 'Tunas dari Tanah Kering" edisi Bulan Mei-Juni 2025