ALOR TIMUR LAUT, https://www.sinodegmitkolportase.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) melalui Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pastoral menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Pelayanan Pastoral bagi Tim Pastoral Lingkup Klasis Alor Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) ini berlokasi di Jemaat Berta Jemaat Pasang Sona, Mata Jemaat Ebenhaezer Kobra, Klasis Alor Timur.

Acara ini dihadiri oleh 62 peserta yang terdiri dari Tim Pastoral lingkup klasis dan jemaat, termasuk Majelis Klasis Alor Timur, para Pendeta GMIT, serta pelayan pastoral di Klasis tersebut.

Kegiatan diawali dengan prosesi perhadapan Tim Pastoral Klasis Alor Timur sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam menjalankan pelayanan di tingkat klasis maupun jemaat. Tim yang diperhadapkan antara lain: Pdt. Sofia Kause MTh, Pjr. Hermanus Mayopu dan Pnt.Marselina Maukira.

Ketua UPP Pastoral Majelis Sinode GMIT, Pdt. Erlynardi Theoris Fullderita Riwu Rame Radja Dima, menegaskan pentingnya peran pastoral dalam tubuh gereja.

“Pelayanan pastoral sesungguhnya merupakan inti dari seluruh pelayanan gereja. Pelayanan pastoral bukan hanya tugas tertentu dalam gereja, tetapi menjadi wujud nyata kehadiran kasih Allah bagi umat yang mengalami pergumulan hidup,” ujar Pdt. Erlynardi.

Ia melanjutkan bahwa berdasarkan Naskah Teologi Pelayanan Pastoral GMIT, pelayanan pastoral merupakan keseluruhan tindakan pertolongan atas nama gereja milik Tuhan. Pelayanan ini meliputi pendampingan, bimbingan, penyembuhan, pengasuhan hidup, pendamaian, pemberdayaan, pembebasan, hingga pembaharuan hidup.

Tujuan utamanya adalah menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan manusia secara menyeluruh—baik aspek fisik, mental, sosial, maupun spiritual—terutama bagi mereka yang berada dalam lingkaran penderitaan, keterpurukan, tekanan, ketidakadilan, dan keterasingan.

Selain menerima pemaparan materi teologis, puluhan peserta juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai tahapan dan proses pendampingan pastoral bagi jemaat. Beberapa poin penguatan kapasitas yang diberikan meliputi: Persiapan diri sebelum melakukan pelayanan pastoral; Cara membangun relasi pendampingan yang sehat; Penanaman sikap dasar yang harus dimiliki seorang pendamping pastoral; Tahapan percakapan pastoral dengan mengedepankan kemampuan mendengar secara empatik; Teknis pendampingan khusus terhadap jemaat yang menghadapi masalah pribadi, keluarga, sosial, maupun spiritual.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, Tim Pastoral di lingkup klasis dan jemaat diharapkan dapat semakin memahami panggilan pelayanan mereka. Kegiatan ini ditargetkan mampu melahirkan pelayan yang siap hadir untuk mendampingi, menguatkan, memulihkan, serta memberdayakan jemaat dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup.* (Pdt. Erlynardi T. F. Riwu Rame Radja Dima)