Soe-TTS, www.sinodegmit.or.id, “Kami berharap ada
komitmen seluruh Persekutuan Doa GMIT untuk mengembangkan pelayanan oikumene di
tempat masing-masing, dengan berdoa bersama, belajar bersama, bersaksi dan
memberitakan injil bersama.” Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Majelis Sinode
GMIT, Pdt. Zimrat M. S. Karmany pada acara penutupan Perayaan Peristiwa Air
Berubah Menjadi Anggur (ABA) di Jemaat Maranatha Soe, Klasis Soe, pada Jumat (26/9/2025).
Menurut Pdt. Zimrat, mengembangkan
oikumene, terutama dalam bentuk persekutuan doa dan kegiatan rohani, menjadi
kunci untuk memelihara kerukunan internal umat Kristen (intra-iman) dan
memperkuat persaudaraan di berbagai lingkup pelayanan GMIT. Komitmen tersebut
akan menolong untuk menghindari hal-hal negatif yang memecah belah persekutuan
orang percaya.
Ia berharap berbagai kegiatan
perayaan yang telah dilaksanakan sejak 22-26 Agustus 2025 merupakan momen untuk
memperteguh iman untuk terus melayani dan bersaksi serta mempererat persekutuan.
Perayaan ABA ditutup dengan pelayanan sakramen
Perjamuan Kudus bagi seluruh peserta kegiatan yang dihadiri oleh anggota Persekutuan
Doa se-Teritori TTS, Klasis Sulamu, Klasis Amfoang dan Klasis Fatuleu.
Dalam perjamuan tersebut, Pdt. Zimrat
menyalakan lilin utama, kemudian para Ketua Persekutuan Doa maju ke depan dan
mengambil api dari lilin utama serta meneruskannya ke seluruh jemaat yang hadir
sebagai tanda komitmen untuk terus memberitakan injil dan melayani Tuhan.
Beberapa kegiatan yang telah
dilewati dalam perayaan tersebut antara lain Ibadah Penyegaran Iman (IPI) umum,
IPI di Sekolah, Seminar, Doa Pagi, Napak Tilas dan Penginjilan, pemeriksaan kesehatan
gratis, Penanaman Anakan Pohon, dan Kunjungan ke Jemaat-jemaat di sekitar Kota
Soe serta mendoakan mereka.
Acara tersebut diakhiri dengan
pelepasan tanda pengenal peserta dan pemberian sertifikat kepada anggota Persekutuan
Doa yang hadir.
Ibadah perjamuan kudus dipimpin
oleh para Pendeta GMIT se-Klasis Soe.
Diinformasikan bahwa ada 2.725
Persekutuan Doa di wilayah GMIT. ***