KUPANG, https://sinodegmitkolportase.or.id, - Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Klasis Kota Kupang Timur, memulai pembangunan Rumah Pastori II yang ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama pada Senin (9/3). Momentum bersejarah ini menjadi simbol pertumbuhan spiritual jemaat dalam memperluas jangkauan pelayanan rohani di wilayah Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bukti nyata dari pertumbuhan spiritual jemaat. Menurutnya, pembangunan fisik ini merupakan manifestasi dari rasa syukur atas penyertaan Tuhan.

"Hari ini kita tidak hanya melakukan seremoni peletakan batu, tetapi kita sedang menuliskan kisah kesetiaan. Di tengah dunia yang sering menghitung untung rugi, jemaat ini justru menghitung berkat dan penyertaan Tuhan. Peletakan batu pertama ini adalah kesaksian iman tentang kepercayaan kita yang teguh kepada Sang Kepala Gereja," ujar Pdt. Mercy.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif jemaat. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mengalokasikan bantuan sebesar Rp50 juta melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya rumah pastori sebagai pusat pengabdian.

“Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi simbol dari pondasi pelayanan dan kasih. Momen ini menjadi tanda dimulainya pengabdian dalam pelayanan kepada Tuhan sekaligus pelayanan kepada sesama,” ungkap dr. Christian.

Ia juga mengingatkan jemaat untuk terus merawat predikat Kota Kupang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. "Apa pun agama kita, mari kita bersama-sama menjaga Kota Kupang agar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua," tambahnya.

Ketua Panitia Pembangunan, Oscar Lopo, menjelaskan bahwa pembangunan Pastori II ini lahir dari kerinduan jemaat untuk memaksimalkan kehadiran pelayan di tengah-tengah mereka. Fasilitas ini direncanakan menjadi tempat tinggal sekaligus pusat koordinasi pelayanan rohani.

“Pembangunan Pastori II ini merupakan kebutuhan penting agar pelayanan dapat berjalan lebih maksimal. Kami sangat berharap dengan dukungan dan gotong royong berbagai pihak, pembangunan ini dapat segera terwujud demi kemuliaan nama Tuhan,” kata Oscar.

Acara peletakan batu pertama ini juga dirangkaikan dengan kegiatan tali kasih Jemaat GMIT Hosana Sungkaen.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting, di antaranya: Pdt. Ni Suwerti Ralahalo, S.Th. (Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen), Filmon Loasana (Anggota DPRD Provinsi NTT), Keny Sau (Anggota DPRD Kota Kupang), Imanuel Uly (Plt. Camat Maulafa) dan Hendrik Banunaek (Lurah Naimata). **