KUPANG, https://sinodegmitkolportase.or.id, – SD GMIT Koro’oto di Klasis Amarasi Selatan resmi memulai babak baru dalam sistem pengelolaannya. Sekolah yang berdiri sejak 1951 ini mencatatkan sejarah sebagai sekolah pertama di lingkup Sinode GMIT yang manajemennya dikelola sepenuhnya di bawah naungan Yayasan Meusine.

Momen bersejarah ini ditandai dengan pelantikan Bertolenes Haki, S.Pd, Gr sebagai Kepala Sekolah baru, menggantikan Anthon Marianus All Taopan, S.Pd yang telah memasuki masa purna bakti, Selasa (14/4).

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, menekankan bahwa perubahan manajemen ini harus dibarengi dengan penguatan jati diri sekolah Kristen. Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi dinamika zaman.

“Dinamika tantangan zaman sekarang ini, kita perlu membangun komitmen untuk mendidik anak-anak tidak hanya pintar, tetapi harus berkarakter Kristus. Itu yang menjadi pembeda dengan sekolah-sekolah lainnya,” tegas Pdt. Saneb dalam suara gembalanya di Jemaat Pniel Koro’oto.

Ia juga mendorong implementasi kurikulum pendidikan berkarakter Kristus yang telah disusun oleh Badan Pendidikan Sinode agar sekolah-sekolah GMIT memiliki keunggulan kompetitif baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pihak Sinode memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Meusine atas langkah berani mengambil alih tata kelola sekolah secara penuh. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di bawah naungan GMIT dalam hal efisiensi dan profesionalitas pengelolaan.

Mantan Kepala Sekolah, Anthon Taopan, dalam pidato perpisahannya mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, mulai dari ketersediaan tenaga pengajar hingga fasilitas fisik. Namun, ia optimis kolaborasi yang kuat adalah kunci.

“Ada suka duka, ada berbagai pergumulan yang kami lewati, termasuk tenaga guru dan kondisi gedung sekolah... Terus berkolaborasi dengan Yapenkris, Badan Pendidikan, dan Pemda. Terus bekerja dengan tekun untuk masa depan anak-anak yang lebih baik,” pesan Anthon.

Bertolenes Haki, selaku kepala sekolah yang baru dilantik, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan fondasi yang telah diletakkan pendahulunya. Ia berharap dukungan penuh dari gereja, orang tua, dan komite sekolah untuk memajukan sekolah yang memiliki 6 rombongan belajar ini.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan dan kepedulian lingkungan, acara ini ditutup dengan penanaman anakan pohon pinang di halaman sekolah oleh para tamu undangan, termasuk perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dan Camat Amarasi Selatan.