Tarus-Kupang, https://sinodegmitkolportase.or.id, Sinergi antara Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) dan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) diwujudkan melalui pengembangan Model Agroeduwisata di Sawah Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah. Penegasan implementasi model ini ditandai dengan diselenggarakannya panen raya padi di Sawah Sulamanda pada Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan mendorong pemberdayaan dan kemandirian petani lokal.

Kegiatan PKM di Sulamanda ini mencakup beberapa fokus, di antaranya pelatihan pembibitan tanaman hutan (anakan beringin dan cendana), konservasi kolam ikan, dan pengembangan agroekowisata.

Bendahara Majelis Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi strategis yang melibatkan unsur akademisi, gereja, dan petani tersebut. Yefta menjelaskan bahwa lahan seluas 4,7 hektare yang dikelola merupakan aset milik Sinode GMIT yang kini dapat dioptimalkan secara produktif berkat kemitraan dengan Politani Kupang.

"Melalui kemitraan ini, pengelolaan lahan menjadi lebih baik, dan masyarakat memperoleh banyak pengetahuan baru serta teknologi tepat guna," kata Pnt. Yefta.

Ia menegaskan bahwa gereja tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab kebutuhan ekonomi jemaat. Oleh karena itu, Sinode GMIT membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mendorong kemandirian masyarakat. Pihaknya berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas, dengan melibatkan setiap program studi di Politani sesuai bidang keahliannya.

Ia melanjutkan bahwa kawasan pertanian ini berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan terpadu yang memadukan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan hortikultura.

"Apabila dikembangkan dengan optimal, kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata pertanian sekaligus ruang hiburan bagi masyarakat," pungkasnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politani Kupang, Cardial L.O Penu, S.Pt., M.Sc., Ph.D., menerangkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini sengaja difokuskan pada satu lokasi agar dampak yang dihasilkan lebih terukur dan nyata. Cardial menyatakan bahwa model kolaborasi ini dapat menjadi percontohan yang siap direplikasi di tempat lain.

Menurut Cardial, konsep Agroeduwisata yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek edukasi dan penelitian. Pihaknya berencana menyusun naskah akademik mengenai model Agroeduwisata ini sebagai pedoman bagi pihak mana pun yang ingin mengadopsi keberhasilan di lokasi tersebut.

Panen raya ini turut dihadiri oleh perwakilan BPAPE Sinode GMIT, mahasiswa PKM, para dosen Politani, serta anggota Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani Sulamanda.***