Kupang, https://.sinodegmitkolportase.or.id, Majelis
Sinode GMIT menggelar Lokakarya Penguatan Kapasitas untuk Pengembangan Mata
Pencaharian Tenun dan Pertaninan Hortikultura di Ruang Unit Bahasa dan Budaya
(UBB) Sinode GMIT Kupang, pada Kamis dan Jumat (23-24/10/2025).
Kegiatan yang digagas oleh Sinode
GMIT dan Mission 21 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan peserta dalam praktik tenun yang berkualitas dan inovatif.
Meningkatkan kapasitas petani hortikultura dalam teknik budidaya, pengolahan
hasil, dan pemasaran produk.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B.
Pandie dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian
dari Pendidikan vokasi yang dilakukan oleh gereja terhadap jemaat, dengan
harapan dapat diterapkan secara langsung dalam usaha ekonomi dan pengembangan
pertanian di jemaat-jemaat.
Ia juga memberikan apresiasi
kepada Kelompok Tenun Perempuan GMIT yang ada di Klasis-klasis dan UMKM lainnya
yang menjadi penopang ekonomi keluarga. oleh karena itu harus tetap dijaga
keberlanjutannya.
Dalam kesempatan ini, Pdt. Semuel
berterima kasih kepada Mission 21 yang terus mendukung Jemaat-jemaat
GMIT dalam aspek pemberdayaan ekonomi dan program lainnya.
Sementara itu Bupati Kupang,
Josef Lede dalam sambutannya menyampaikan bahwa strategi Pemerintah Kabupaten
Kupang dalam meningkatkan perekonomian melalui sektor primer (pertanian,
kehutanan, perikanan) dan industri pengolahan
“Pertanian, perikanan, dan tenun
bukan hanya soal produksi, tetapi tentang hidupnya masyarakat desa, ketahanan
pangan keluarga, dan martabat budaya kita. Ketika hasil panen kita olah sendiri
menjadi pakan ternak, pangan lokal, hingga kain tenun yang siap ekspor,
disitulah ekonomi rakyat benar-benar bergerak dan bisa mewujudkan kesejahteraan Masyarakat,”
kata Josef.
Ia berharap hasil panen bisa diolah
sendiri menjadi pakan ternak, pangan lokal, hingga kain tenun yang siap ekspor
untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa materi yang diperoleh
antara lain: Gereja dan Pemberdayaan Ekonomi (Pdt. Semuel B. Pandie); Peran
Pemerintah Kabupaten Kupang dalam pengembangan Ekonomi (Bupati Kupang); Peran
Pemerintah dalam Pemberdayaan Ekonomi Berbasis UMKM (Noldy Pelokilla);
Manajemen Usaha UMKM (Dr. Roland Fanggidae).
Salah satu peserta lokakarya,
Pdt. Novi Amabi mengapresiasi kegiatan tersebut, tetapi ia berharap ada
regulasi yang mengatur keamanan lahan petani, sebab seringkali gagal panen disebabkan
oleh hewan peliharaan yang merusak lahan pertanian.
Pdt. Novi juga berharap ada
pendampingan berkelanjutan untuk produk yang dikembangkan oleh jemaatnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh
40 kelompok penenun dan petani asal Klasis Kupang Tengah dan Klasis Amarasi
Timur. ***