Kupang, NTT - Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) melalui Badan Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi (BPAPE) dan Satuan Pelayanan (SATPEL) BPAPE terus berupaya mengembangkan potensi ekonomi jemaat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Dalam semangat Ibadah Aksi dan pelayanan konkrit, Sinode GMIT bermitra dengan pemerintah dan kalangan profesional/dunia usaha untuk menghadirkan produk unggulan jemaat berbasis desa.

Oleh karena itu Sinode GMIT melakukan sinergi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT dan Klasis Amfoang Selatan dalam rangka pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) dan pendampingan usaha ekonomi kreatif, Sinode GMIT berupaya mendorong Program Pemerintah Provinsi NTT "One Village One Product" kepada petani kopi dan petani lombok/cabe di jemaat-jemaat Klasis Amfoang Selatan pada tanggal 6-9 Mei 2025.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi lokal melalui hilirisasi produk unggulan jemaat. Produk-produk ini nantinya akan dipromosikan melalui Toko Pangan GMIT yang akan segera hadir sebagai etalase pemasaran dan distribusi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jemaat.

Dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini, diharapkan dapat berdampak positif bagi peningkatan ekonomi jemaat. Sinode GMIT berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberdayaan ekonomi jemaat guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian jemaat.

Dalam semangat membangun GMIT, membangun NTT, dan menuju Indonesia Maju 2030, Sinode GMIT berharap dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan percaya diri dan semangat yang tinggi, Sinode GMIT siap untuk terus bergerak maju dan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Provinsi NTT. (Yunus Kay Tulang)