KEFAMENANU, https://www.sinodegmitkolportase.or.id, – Badan Pendidikan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) melakukan kunjungan visitasi dan monitoring ke SD GMIT Fatunisuan, sebuah sekolah bersejarah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) ‘Hiti’ Kefa, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (7/3/2026). Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata Sinode dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman melalui bantuan infrastruktur dan penguatan sumber daya pengajar.

Dalam kunjungan tersebut, Badan Pendidikan memantau pembangunan dua ruang kelas baru yang didanai melalui skema bantuan Sinode GMIT. Selain infrastruktur fisik, sekolah yang telah berdiri sejak 1 Desember 1947 ini juga menerima bantuan 1 unit perangkat laptop untuk menunjang operasional digital sekolah.

Guna menjawab kebutuhan kompetensi siswa, Sinode turut menempatkan seorang guru misionaris, Apri Marleni Lasi, S.Pd., yang secara khusus akan mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris.

Ketua Badan Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Norman Nenohai, menegaskan bahwa seluruh bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab iman dan kepedulian gereja terhadap dunia pendidikan.

"Kami berharap berbagai skema bantuan yang diberikan dapat menjadi berkat dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Kehadiran guru Bahasa Inggris diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar anak-anak sehingga mereka memiliki daya saing yang lebih baik," ujar Pdt. Norman.

Lebih lanjut, ia mendorong pihak sekolah untuk mulai melirik program pemberdayaan ekonomi internal. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah edukasi kewirausahaan.

"Pemberdayaan ekonomi sekolah penting untuk menambah pemasukan mandiri, sekaligus memberikan nilai edukasi berupa keterampilan praktis bagi para siswa sebagai bekal hidup mereka," tambahnya.

Kepala Sekolah SD GMIT Fatunisuan, Pdt. Salomi Koloh, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Majelis Sinode GMIT. Ia mengakui bahwa dukungan ini sangat krusial bagi keberlangsungan sekolah yang terletak di Kecamatan Miomafo Barat tersebut.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut demi pengembangan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah ini," ungkap Pdt. Salomi.

Sebagai informasi tambahan, SD GMIT Fatunisuan saat ini mendidik 75 orang siswa dengan total 8 ruang belajar. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, sekolah diperkuat oleh 8 orang guru, yang mana dua di antaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Yapenkris Hiti Kefa, Jhon Gideon Adu, SH, para guru SD GMIT Fatunisuan, Majelis Jemaat Efata, Fatunisuan, Klasis TTU. ***