Jakarta, 11 Agustus 2025, www.sinodegmitkolportase.or.id, — Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mengambil langkah proaktif memperkuat peran gereja dalam pembangunan masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah. Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Senin (11/8), Ketua Sinode GMIT, Pdt. Sem Pandie, memaparkan potensi besar yang dimiliki jaringan pelayanan GMIT di bidang pendidikan, pangan, seni-budaya, kesehatan, hingga kesiapsiagaan bencana.

Berangkat dari lima pilar pergumulan GMIT HKUP Penguatan II, gereja ini mengajukan sejumlah program kolaborasi yang dirancang untuk memberi dampak langsung ke jemaat dan masyarakat. Di antaranya adalah pengembangan kurikulum moderasi beragama, program literasi dan perpustakaan gereja, kerja sama riset penguatan bibit lokal untuk ketahanan pangan, pelestarian seni-budaya jemaat, edukasi gizi dan kesehatan, kampanye anti-KDRT, serta pelatihan kewirausahaan dan penanggulangan bencana.

“Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan kapasitas masyarakat. Kami ingin memastikan jemaat GMIT menjadi komunitas yang cerdas, sehat, toleran, dan berdaya secara ekonomi,” ujar Pdt. Sem Pandie.

Menko Muhaimin menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti kerja sama ini. Ia bahkan menetapkan beberapa kesepakatan awal, termasuk menjadikan GMIT sebagai pilot project gereja ramah anak dan sekolah perempuan, membantu riset bibit unggul, serta mendukung penyelesaian GMIT Center sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan jemaat.

Pertemuan ini menandai babak baru sinergi antara gereja dan pemerintah, yang diharapkan menjadi model kemitraan lintas sektor dalam menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi perubahan zaman. ***