KUPANG, https://sinodegmitkolportase.or.id, –
Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang menggelar ibadah syukur wisuda
sekaligus pengukuhan dua Guru Besar baru dalam rangkaian Wisuda Angkatan ke-71,
Senin (30/3/2026). Momentum spiritual yang berlangsung di Auditorium Bahtera
UKAW ini menandai kesiapan 464 lulusan untuk diutus menjadi terang dan berkat
bagi bangsa.
Ibadah syukur yang dipimpin oleh
Pdt. Ellyanor V. Manu Nalle, S.Th ini mengusung tema "UKAW Mitra Allah
dalam Pendidikan Tinggi: Berakar dalam Iman, Berbuah dalam Misi".
Acara ini menjadi istimewa dengan pengukuhan dua profesor baru, yakni Prof. Dr.
Beatrix Rehatta dan Prof. Dr. Jonathan Koehuan, yang diharapkan semakin
memperkuat pilar akademik kampus tersebut.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt.
Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa wisuda ini adalah
buah dari ketekunan mahasiswa serta pengorbanan luar biasa keluarga di tengah
tantangan ekonomi. Beliau mengingatkan bahwa UKAW bukan sekadar lembaga
pendidikan, melainkan wujud panggilan gereja pendiri (GMIT dan GKS) untuk
menghadirkan pendidikan bermartabat yang berakar pada iman Kristiani.
"Lulusan UKAW harus menjadi
pribadi berintegritas yang siap mengabdi di berbagai bidang, baik pemerintahan,
hukum, maupun pendidikan," pesan Pdt. Saneb. Ia juga mendorong UKAW untuk
terus meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan pendidikan bagi seluruh
mahasiswa.
Sementara itu, Rektor UKAW, Prof.
Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, MT, menjelaskan bahwa ibadah syukur ini
merupakan tradisi sakral kampus sebelum pengukuhan resmi. Beliau memaparkan
bahwa dari 464 calon wisudawan, 60 persen di antaranya adalah perempuan (264
orang) dan 40 persen laki-laki (200 orang).
Rektor menyoroti keberhasilan
pembaruan kurikulum yang memungkinkan mahasiswa lulus lebih cepat, yakni dalam
waktu enam semester (3 tahun), seperti yang dicapai lulusan dari Fakultas
Ekonomi serta Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.
"Rata-rata IPK lulusan
periode ini mencapai 3,48, dengan capaian tertinggi diraih oleh lulusan
Fakultas Hukum dengan IPK 3,93. Ini adalah prestasi akademik yang
membanggakan," ujar Prof. Godlief. Meski demikian, ia mengingatkan para
orang tua untuk tetap cermat memilih perguruan tinggi dengan memperhatikan
status akreditasi dan ketersediaan guru besar.
Sebagai bentuk komitmen nyata
terhadap tantangan di lapangan, terungkap bahwa UKAW dan gereja pendiri telah
mengirimkan 28 pendeta untuk menempuh studi S2 Psikologi. Langkah strategis ini
diambil guna merespons tingginya tingkat stres dan masalah kesehatan mental
yang dihadapi para pelayan jemaat saat menjalankan misi pelayanan di tengah
masyarakat.
Rangkaian acara ini akan memuncak
pada upacara Wisuda Angkatan ke-71 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31
Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para dekan, dosen, tenaga kependidikan,
mahasiswa, serta orang tua calon wisudawan.**